Bagi penulis pemula, salah satu tantangan terbesar saat menyusun artikel ilmiah bukan hanya soal konten penelitian itu sendiri, melainkan bagaimana menyusunnya menjadi naskah yang sistematis dan mudah dipahami reviewer maupun pembaca.
Di sinilah format IMRaD berperan penting.
Hampir seluruh jurnal ilmiah di dunia, termasuk jurnal-jurnal pendidikan seperti TARBIYAH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, mensyaratkan penulis mengikuti struktur ini.
Artikel ini akan membahas tuntas apa itu format IMRaD, mengapa ia menjadi standar baku, serta bagaimana menerapkannya dengan benar dalam naskah Anda.
Apa Itu Format IMRaD?
IMRaD adalah akronim dari empat bagian utama sebuah artikel ilmiah, yaitu Introduction (Pendahuluan), Method (Metode), Result (Hasil), and Discussion (Diskusi/Pembahasan).
Format ini pertama kali populer di bidang ilmu alam dan kedokteran, kemudian diadopsi secara luas oleh berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu sosial dan pendidikan, karena terbukti efektif menyajikan alur logika penelitian secara runtut.
Tujuan utama format ini adalah memastikan pembaca dapat memahami dengan cepat: mengapa penelitian dilakukan, bagaimana penelitian dijalankan, apa yang ditemukan, dan apa makna dari temuan tersebut.
Struktur yang konsisten ini juga memudahkan reviewer dalam menilai kualitas dan validitas sebuah naskah.
Mengapa Format IMRaD Penting?
Ada beberapa alasan mengapa hampir semua jurnal ilmiah, termasuk jurnal terakreditasi Sinta maupun terindeks Scopus, mewajibkan format ini:
- Konsistensi dan keterbacaan. Reviewer dan pembaca dari berbagai latar belakang dapat dengan mudah menavigasi artikel karena strukturnya seragam di seluruh jurnal.
- Mempermudah proses review. Reviewer dapat langsung menilai kekuatan metode dan validitas hasil tanpa harus menebak-nebak alur berpikir penulis.
- Meningkatkan kualitas argumentasi ilmiah. Format ini memaksa penulis berpikir sistematis, dari identifikasi masalah hingga interpretasi hasil.
- Standar internasional. Mengikuti format ini membuat naskah Anda lebih mudah diterima jika suatu saat ingin disubmit ke jurnal internasional.
Membedah Setiap Bagian Format IMRaD
1. Introduction (Pendahuluan)
Bagian ini menjawab pertanyaan “mengapa penelitian ini penting?”. Pendahuluan yang baik biasanya memuat:
- Latar belakang masalah yang didukung data atau fenomena aktual
- Kajian literatur singkat (state of the art) untuk menunjukkan posisi penelitian di antara studi-studi sebelumnya
- Identifikasi gap atau celah penelitian yang belum terjawab
- Tujuan dan kontribusi penelitian secara eksplisit
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menulis pendahuluan yang terlalu panjang dan bertele-tele, atau sebaliknya tidak menyertakan kajian literatur yang memadai sehingga urgensi penelitian tidak terlihat jelas.
2. Method (Metode)
Bagian metode harus ditulis serinci mungkin sehingga penelitian dapat direplikasi oleh peneliti lain.
Untuk penelitian di bidang pendidikan, bagian ini umumnya mencakup:
- Desain dan pendekatan penelitian (kualitatif, kuantitatif, atau campuran)
- Subjek atau partisipan penelitian beserta teknik pengambilan sampel
- Instrumen pengumpulan data (kuesioner, wawancara, observasi, dsb.)
- Teknik analisis data yang digunakan
Prinsip utama di bagian ini adalah transparansi.
Semakin detail dan jujur metode dipaparkan, semakin tinggi pula kredibilitas penelitian di mata reviewer.
3. Result (Hasil)
Bagian hasil hanya memaparkan temuan penelitian secara objektif, tanpa interpretasi atau opini penulis.
Data biasanya disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau narasi deskriptif yang ringkas.
Hindari mencampur hasil dengan pembahasan pada bagian ini, karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda: hasil bersifat faktual, sedangkan pembahasan bersifat interpretatif.
4. Discussion (Pembahasan)
Inilah bagian yang menunjukkan kedalaman analisis penulis. Pembahasan yang baik biasanya:
- Menginterpretasikan makna dari hasil penelitian
- Membandingkan temuan dengan penelitian-penelitian terdahulu
- Menjelaskan implikasi teoretis maupun praktis dari temuan
- Mengakui keterbatasan penelitian secara jujur
- Menutup dengan simpulan singkat dan saran untuk penelitian selanjutnya (beberapa jurnal memisahkan bagian simpulan secara terpisah)
Tips Praktis Menerapkan Format IMRaD
Agar naskah Anda lebih mudah lolos tahap review, berikut beberapa tips tambahan:
- Cek pedoman penulis (author guidelines) jurnal tujuan. Meskipun IMRaD adalah standar umum, beberapa jurnal memiliki variasi penamaan atau urutan subbagian yang sedikit berbeda.
- Jangan mengulang informasi antarbagian. Misalnya, hindari menjelaskan ulang metode secara detail di bagian pembahasan.
- Gunakan subjudul yang jelas pada setiap bagian, terutama untuk artikel yang cukup panjang, agar pembaca dan reviewer mudah menavigasi.
- Perhatikan proporsi panjang setiap bagian. Umumnya, pendahuluan dan pembahasan cenderung lebih panjang dibanding metode dan hasil, namun proporsi ini bisa berbeda tergantung jenis penelitian.
Kesimpulan
Menguasai format IMRaD adalah langkah awal yang krusial bagi siapa pun yang ingin naskahnya diterima di jurnal ilmiah bereputasi.
Struktur ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kerangka berpikir yang membantu penulis menyampaikan hasil penelitian secara logis, transparan, dan mudah dipahami.
Bagi Anda yang sedang menyiapkan naskah di bidang pendidikan dan pengajaran, TARBIYAH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran menerima submission dengan mengikuti format IMRaD sesuai pedoman penulis yang berlaku.
Informasi lebih lanjut mengenai alur submission dapat diakses melalui laman resmi jurnal di jurnal.diklinko.id/index.php/tarbiyah.